Google Berencana Blokir SMS Sampah dan Tipu-tipu

Google bakal merilis filter anti-spam untuk SMS. Filter ini dibuat untuk menjawab keluhan pengguan ponsel yang terganggu dengan banyaknya SMS berisi sampah (spam). Saat ini, fitur ini masih dalam tahap uji coba di beberapa wilayah di dunia.

Filter yang disebut Spam protection itu bisa diakses di dalam aplikasi Android SMS. Pengguna perlu membuka opsi Setting 'Advanced' untuk memulai fitur ini bekerja.

Kendati demikian, yang mungkin menjadi kekhawatiran sebagian pelanggan bisa jadi adalah memberikan Google akses ke data pesan untuk mendeteksi apakah pesan itu spam. Namun Google disebut tidak akan mengirim pesan apapun dari ponsel pengguna ke servernya, seperti dilaporkan IB Times.

Gizchina melaporkan bahwa Google memastikan bahwa nomor ponsel pengguna dan pesan mereka tak akan dibagikan pada siapaun. Namun jika pengguna ingin melaporkan sebuah pesan pada perusahaan, maka baru Google akan melihat seluruh pesan dan mencari siapa pengirim pesan tersebut. 

Karena Spam protection belum dirilis secara resmi ke publik, perusahaan pasti akan mencari umpan balik dari penguji dan aktivis privasi publik untuk menyelesaikan masalah menganggu ini.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai bagaimana Google akan dapat menangani angka tinggi dan beberapa teknik jahat lainnya yang digunakan oleh penjahat siber melalui SMS spam.

Namun demikian, perlindungan untuk aplikasi SMS merupakan fitur yang sangat dibutuhkan tak hanya untuk melindungi pengguna dari maksud jahat dan menganggun, tetapi juga menghindari menumpuknya pesan pemasaran jarak jauh yang menggerogoti memori penyimpanan ponsel.

Sebelumnya, Google telah meluncurkan fitur Call Screen bagi pengguna Pixel lawas untuk memblokir telepon dari telemarketing yang mengganggu. 

Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang menerima spam terbanyak di 2018. Bahkan, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan spam tertinggi.

Hal tersebut karena 15 persen dari semua panggilan yang diterima pengguna Truecaller di negara ini adalah panggilan spam. Rata-rata terdapat 9,9 panggilan spam per bulan dialami pengguna di Indonesia, diikuti oleh Malaysia dengan rata-rata 6 panggilan per bulan.

Tingginya spam di Indonesia disayangkan banyak pengguna karena sebenarnya pemerintah melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah mewajibkan registrasi kartu SIM prabayar dengan janji untuk melawan SMS spam. Namun dampak program itu belum terbukti dilaporkan IB Times.

Gizchina melaporkan bahwa Google memastikan bahwa nomor ponsel pengguna dan pesan mereka tak akan dibagikan pada siapaun. Namun jika pengguna ingin melaporkan sebuah pesan pada perusahaan, maka baru Google akan melihat seluruh pesan dan mencari siapa pengirim pesan tersebut. 

Karena Spam protection belum dirilis secara resmi ke publik, perusahaan pasti akan mencari umpan balik dari penguji dan aktivis privasi publik untuk menyelesaikan masalah menganggu ini.

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai bagaimana Google akan dapat menangani angka tinggi dan beberapa teknik jahat lainnya yang digunakan oleh penjahat siber melalui SMS spam.

Namun demikian, perlindungan untuk aplikasi SMS merupakan fitur yang sangat dibutuhkan tak hanya untuk melindungi pengguna dari maksud jahat dan menganggun, tetapi juga menghindari menumpuknya pesan pemasaran jarak jauh yang menggerogoti memori penyimpanan ponsel.

Sebelumnya, Google telah meluncurkan fitur Call Screen bagi pengguna Pixel lawas untuk memblokir telepon dari telemarketing yang mengganggu. 

Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang menerima spam terbanyak di 2018. Bahkan, Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan spam tertinggi.

Hal tersebut karena 15 persen dari semua panggilan yang diterima pengguna Truecaller di negara ini adalah panggilan spam. Rata-rata terdapat 9,9 panggilan spam per bulan dialami pengguna di Indonesia, diikuti oleh Malaysia dengan rata-rata 6 panggilan per bulan.

Tingginya spam di Indonesia disayangkan banyak pengguna karena sebenarnya pemerintah melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah mewajibkan registrasi kartu SIM prabayar dengan janji untuk melawan SMS spam. Namun dampak program itu belum terbukti berdampak signifikan di tahun pertamanya.

Disqus Comments